INVENTARISASI BANGUNAN SHELTER DAN TES SEBAGAI UPAYA MITIGASI BENCANA TSUNAMI STUDI KASUS KOTA PADANG
Keywords:
Inventarisasi, Bangunan Shelter, SIG PemetaanAbstract
The city of Padang is a coastal area that is highly vulnerable to tsunami disasters due to its location in the tectonic plate subduction zone. Therefore, this study focuses on inventorying shelters and temporary evacuation sites that function as tsunami disaster mitigation facilities and mapping the distribution of existing buildings in the city of Padang. This study aims to (1) identify the inventory of shelters and temporary evacuation sites as tsunami disaster mitigation efforts in Padang City. The research method used is quantitative with a descriptive approach. The population of this study was the tsunami red zone in padang City. The research sampel consisted of shelter buildings and tests in Padang City. The data collection technique used was direct observation of the location and relevant agencies (BPBD Padang City and West Sumatra). Based on the inventory results, there were 3 shelter buildings built specifically by the government, 1 identified as a shelter building built by the local community, and 59 public buildings as temporary evacuation sites. Specifically at Padang State University, where there were 9 buildings deemed suitable as.
Downloads
References
Adytia Warman, Fitri Imansyah, dan Dedy Suryadi. (2019), Identifikasi Dan Inventarisasi Shelter Bts (Shelter Base Tranceiver System) Di Kota Pontianak Berbasis Gis (Geographic Information System) Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura Pontianak.
Arikunto,(2010) dan Siregar. (2018), Inventarisasi Bangunan Shelter.
Antaranews. (2018). Kota Padang baru memiliki empat shelter tsunami, BPBD: idealnya 100 shelter.
(BPS) Badan Pusat Statistik Kota Padang. (2024)
(BPBD) Badan Penanggulangan Bencana Kota Padang (2024)
(BPBD) Badan Penanggulangan Bencana Kota Padang (2013), Pedoman Bangunan TES Tempat Evakuasi Sementara.
(BAPPENAS) Badan Perencanaan Pembangunan Nasional) Indonesia. (2014), Rawan Bencana.
Buku Panduan (PMI) Palang Merah Indonesia. 2018, Humanitarian Shelter Guidelines, Jakarta.
Bintarto dan Surastopo. (1987), Geografi dan Pendekatan Geografi.
Dhanisa, Rifky Firmanda, dan Noorhadi Rahardjo. (2013), Sistem Informasi Geografi Untuk Evaluasi Lokasi Shelter Bus Trans Semarang, Menggunakan MQTT.
Dini Purbani, Ardiansyah, Lestari Cendikia Dewi, Joko Prihantono & Rikha Bramawanto1. (2014), Penentuan Tempat Evakuasi Sementara (Tes) Dan Tempat Evakuasi Akhir (Tea) Untuk Gempa Bumidan Tsunami Dengan Pendekatan Sistem Informasi Geografis,Kota Pariaman Propinsi Sumatera Barat Jurusan Geograi FMIPA, Universitas Indonesia.
Dody Ichwana Putra, Stevanus Sentiantoa, Shelvi Ekariani. (2022), Sistem Penilai Kelayakan Bangunan Bertingkat Sebagai Shelter Tsunami Berdasarkan Metode Cross-Correlation Template Matching Dan Fuzzy Logic.
Dokumen Perda Nomor 3 Tahun (2019) dapat diakses di situs resmi JDIH Kota Padang dan BPK RI untuk informasi lengkap dan detail teknis pembagian zonasi.
Hutabarat, A.J., & Ahyuni. (2021). Evaluasi Penggunaan Lahan Permukiman Berbasis Analisis Risiko Bencana Tsunami Kota Padang. Jurnal Buana, Vol. 5 No. 3.
Hossain dan Weng. (2016), Citra Landsat 8. Iih Suparjo, Hrc. Priyosulistyo, dan Sudarmoko. 2009, Perhitungan Indeks Kondisi Bangunan Dan Analisis Biaya Perbaikan Gedung Akademi Keperawatan Panti Rapih Pasca Gempa Teknik Sipil dan Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.
Imanysah, dan Fitri. (2014), Dasar Analisis System Informasi Geografis Dan Data Base Kondisi Existing Persebaran Gedung Sekolah Kabupaten Mempawah, Diknas Provinsi Kalbar.
Inarisk (BNPB) Badan Nasional Penanggulangan Bencana. 2021, SHP Indexs Wilayah Tsunami.
Keith Smith dalam bukunya “Environmental Hazards Assessing Risk and Reducing Disaster”, Geografi Kebencanaan. Buku Kemensos. (2019), Shelter.
Mohd. Robi Amri, Gita Yulianti, Ridwan Yunus, Sesa Wiguna, Asfirmanto W. Adi, Ageng Nur Ichwana, Roling Evans Randongkir, dan Rizky Tri Septian. (2016), Buku panduan BNPB RBI (Risiko Bencana Indonesia). Jakarta.
Muhammad Taufik, dan Adindha Surya Anugraha. 2016, Aplikasi Sistem Informasi Geografis Untuk Inventarisasi Dan Evaluasi Aset Bangunan Milik Pemerintah Kota Surabaya Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan.
Nadhil Tamimi, Indung Sitti Fatimah,dan Akhmad Arifin Hadi. (2021), Analisis Sebaran Lokasi Bangunan Kolonial Di Kota Bandung Menggunakan Getis-Ord Gi* Hot Spot Analysis, Program Studi Magister Arsitektur Lanskap, Institut Pertanian Bogor (IPB).
PERKA BNPB No. 2 Tahun (2012), Resiko Bencana.
(PP) Peraturan Pemerintah UU No 24 tahun 2007, Penanggulangan Bencana.
(RPJPD) Kota Padang Tahun 2005-2025.
(RTRW) Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Padang. (2012), Wilayah Geografis Kota Padang.
(SEMILOKA IGI) Seminar Dan Lokakarya Ikatan Geografi Indonesia. (1989), Pengertian Geografi.
(UNESCO/IOC) United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization/Intergovernmental Oceanographic Commission. (2006), Tsunami.
(UNISDR) United Nations Office for Disaster Risk Reduction. (2009), Rawan Bencana.
Vsi ESDM, Pusat Vulkanologi Dan Mitigasi Bencana Geologi. (2024).
Yanto, A., Veni, V., Rahayu, I. D., Supriono, S., Nugroho, C., Febrianto, H., ... & Muchlian, S. (2025). Sosialisasi Mitigasi Bencana Kebakaran Pada Masyarakat Nagari Air Haji Barat Kecamatan Linggo Sari Baganti Kabupaten Pesisir. Geographia: Journal of Geography Education, 1(1), 1-9.
Yulian Firmana Arifin, Yuswinda Febrita, Adriani Adriani, Muhammad Hafizhir Ridha, Muhammad Nur Arfiandoyo, dan Rizqi Arrahman. 2024, Desain Dan Implementasi Shelter Di Daerah Wisata Bukit Tamiyang Sebagai Persiapan Desa Tangguh Bencana, Desa Kandangan Baru, Kabupaten Tanah laut.


